Menempa Jiwa Kepemimpinan dalam Kenaikan Tingkat Penegak Laksana
Kenaikan Tingkat Penegak Laksana bukan sekadar seremoni kenaikan tingkat dalam Pramuka Penegak. Lebih dari itu, kenaikan ini menjadi simbol pengukuhan para peserta sebagai Penegak Laksana, jenjang tertinggi dalam tingkatan Pramuka Penegak. Pada tahap ini, peserta dituntut untuk menunjukkan jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, ketangguhan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti dalam rangkaian kegiatan, tetapi dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jum’at dan Sabtu [07-08 Agustus 2026]
Pembukaan di Bawah Terik Matahari
Rangkaian kegiatan kenaikan Penegak Laksana dimulai pada Jumat, 7 Agustus, pukul 10.30 WIB. Pembukaan berlangsung di bawah teriknya matahari. Namun, panas yang menyengat tidak menyurutkan semangat para calon Laksana. Dengan wajah penuh kesungguhan, mereka mengikuti setiap tahapan kegiatan. Terik matahari seakan menjadi ujian pertama untuk mengukur ketahanan fisik dan mental. Di tengah panas yang membakar, tumbuh keyakinan bahwa setiap tantangan harus dihadapi dengan keberanian dan semangat pantang menyerah. Kegiatan kenaikan tingkat Laksana resmi di buka oleh Waka Kesiswaan Kak Indra Rahayu Permana, S.Pd.

Pendalaman Materi sebagai Bekal
Setelah melaksanakan salat Jumat, para peserta kembali ke madrasah. Sebelum memasuki lingkungan madrasah, mereka terlebih dahulu melakukan check-in dan mengikuti tradisi makan adat ambalan berupa kue Roma dan Teh Manis.
Kegiatan kembali dimulai pada pukul 13.30 WIB dengan pendalaman materi. Para peserta memperoleh pembekalan dalam lima aspek penting, yaitu:
- Pengembangan spiritual oleh Kak Ahid Gunawan, M.Ag.
- Pengembangan emosional oleh Kak Erna Ratnasari, S.Pd.
- Pengembangan sosial oleh Kak Irfa Khosyati, S.Pd.
- Pengembangan intelektual oleh Kak Agus Suryana, S.Pd.
- Pengembangan fisik oleh Kak Odi Rohadi Wijaya, S.Pd., AIFO-P.
Pendalaman materi tersebut menjadi bekal penting bagi para calon Penegak Laksana. Setiap materi dirancang untuk menanamkan nilai integritas, ketangguhan, kepedulian sosial, serta kemampuan memimpin. Seorang Penegak Laksana tidak hanya dituntut untuk memahami teori kepramukaan, tetapi juga harus mampu mengelola diri, bekerja sama, berpikir kritis, dan mengambil peran dalam kehidupan bersama.

Pengujian SKU, Tahap Menentukan
Setelah mengikuti pendalaman materi, para calon Penegak Laksana menjalani pengujian Syarat Kecakapan Umum (SKU). Tahap ini menjadi salah satu proses penting untuk mengukur kelayakan peserta sebelum dikukuhkan sebagai Penegak Laksana. Pengujian dilaksanakan di lima ruangan berbeda. Setiap ruangan diisi oleh dua orang penguji yang berasal dari unsur dewan guru dan alumni. Para penguji memiliki kompetensi di bidang masing-masing sehingga proses penilaian dapat berlangsung secara objektif dan menyeluruh. Peserta memasuki ruangan secara bergantian. Buku SKU yang telah diisi sebelumnya menjadi bahan utama dalam proses pengujian. Berbagai pertanyaan dan praktik harus dijawab dengan penuh keyakinan. Suasana ujian berlangsung cukup menegangkan. Jantung berdegup kencang, rasa takut dan harapan bercampur menjadi satu. Namun, di balik ketegangan itu, tersimpan semangat untuk membuktikan bahwa setiap peserta layak mengemban tanggung jawab sebagai Penegak Laksana. Pengujian berlangsung sejak pukul 20.30 hingga 23.00 WIB.

kenaikan tingkat di Tengah Dingin Malam
Tak lama setelah pengujian SKU selesai, tepatnya pada pukul 23.50 WIB, prosesi pelantikan resmi dimulai. Udara malam terasa dingin menusuk kulit. Rasa kantuk mulai menghampiri, tetapi semangat para peserta dan panitia tetap menyala. Dengan berdiri berjajar rapi, para peserta mengikuti prosesi pelantikan dengan khidmat. Dalam suasana yang hening, pelantikan terasa bukan hanya sebagai tanda kenaikan tingkat, melainkan sebagai mahkota tanggung jawab baru. Penegak Laksana diharapkan mampu terbang lebih tinggi seperti burung rajawali memiliki pandangan luas, keberanian, dan kesiapan untuk mengemban amanah kepramukaan. Prosesi pelantikan dipimpin oleh Pembina Pramuka Putra, Kak Heri Muhammad Ibrahim, S.Pd.I. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan bahwa menjadi Laksana berarti mampu melaksanakan aturan sekolah dan menjalankan peran dengan baik di dalam keluarga.
“Laksana artinya melaksanakan aturan sekolah dan melaksanakan peran di keluarga. Anggota Laksana harus siap meningkatkan kemampuan dan keilmuan, serta mampu berperan aktif dan berkontribusi di masyarakat. Selain itu, seluruh anggota harus melaksanakan apa yang tercantum dalam Dasa Darma.”
Beliau juga mengingatkan bahwa Penegak Laksana bukanlah ajang untuk pamer atau sekadar mengikuti gaya.
“Penegak Laksana bukan sebagai ajang pamer dan bukan hanya gaya semata.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa gelar Laksana harus dibuktikan melalui sikap, perilaku, dan kontribusi nyata. Setelah prosesi pelantikan selesai, para peserta beristirahat di tempat masing-masing.

Mendekatkan Diri pada Sepertiga Malam
Ketika malam memasuki sepertiga bagian terakhir, para peserta dan panitia kembali bangun untuk melaksanakan mandi taubat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan qiyamul lail. Dalam suasana sunyi, doa-doa dipanjatkan. Dingin malam seolah menjadi selimut yang mengiringi setiap munajat. Ketika azan Subuh berkumandang, seluruh peserta melaksanakan salat Subuh dengan khusyuk. Pukul 05.30 WIB, rombongan menuju kawasan puncak Suryalaya. Matahari perlahan muncul dari ufuk timur, menerangi langkah para peserta yang melaksanakan ziarah kepada pendiri dan guru mursyid, yaitu KH. Abdullah Mubarok bin Noor Muhammad ra. (Abah Sepuh) serta KH. Ahmad Shohibul Wafa Tajul Arifin ra. (Abah Anom). Cahaya pagi yang menyentuh kawasan Suryalaya seakan menjadi simbol harapan baru. Setelah melewati rangkaian ujian fisik, mental, intelektual, dan spiritual, para peserta diajak untuk kembali mengingat akar perjuangan, keteladanan, serta nilai-nilai luhur yang harus dijaga.

Penutupan yang Penuh Haru
Setelah kembali ke madrasah, peserta dan panitia bersiap mengikuti upacara penutupan. Kegiatan ini ditutup oleh Pembina Pramuka Putri, Kak Chomsah Widyastari Andiar. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama. Tawa, pelukan, dan kebersamaan menjadi penanda bahwa seluruh proses yang telah dilalui berhasil mempererat hubungan kekeluargaan di antara peserta, panitia, pembina, dan seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan pun berakhir. Para peserta kembali ke rumah, asrama, atau tempat tinggal masing-masing dengan membawa pengalaman berharga dan semangat baru. Api Laksana yang telah menyala di dalam dada diharapkan terus hidup, menerangi setiap langkah pengabdian.
“See you at Laksana next year” sebuah janji untuk kembali bertemu di bawah sinar matahari yang sama.
Pelantikan Penegak Laksana bukanlah akhir perjalanan. Ia merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Dari Suryalaya, semangat kepramukaan terus bertumbuh, menyinari generasi muda dengan nilai-nilai Islam, patriotisme, kepemimpinan, dan ketangguhan.
Author: Ali Ibrahim (massakti production)
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
GURU DAN MURID MA SERBA BAKTI SURYALAYA GELAR NAPAK TILAS PANGERSA ABAH SEPUH
SURYALAYA – Madrasah Aliyah (MA) Serba Bakti Suryalaya kembali menghidupkan tradisi bersejarah melalui kegiatan "Napak Tilas Pangersa Abah Sepuh" pada Sabtu (1/8/2026). Agenda ini
SOSIALISASI TIM KEAMANAN TERPADU (TKT) DI MAS SERBA BAKTI SURYALAYA
Suryalaya, 21 Juli- Guna meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan pesantren, Tim Keamanan Terpadu (TKT) menggelar sosialisasi di lapangan MAS Serba Bakti Suryalaya. Kegiatan i
AWALI TAHUN AJARAN BARU, GURU, KARYAWAN & SELURUH SISWA MAS SERBA BAKTI SURYALAYA IKUTI UPACARA DAN ZIARAH KE MAQBAROH ABAH SEPUH DAN ABAH ANOM
SURYALAYA – Ratusan siswa MAS Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya kembali memenuhi halaman madrasah pada Senin pagi. Hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru 2026/2027 &
MAS SERBA BAKTI SURYALAYA SUKSES GELAR MATAMUDA 2026: SINERGI AKADEMIS DAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS TQN SURYALAYA
TASIKMALAYA – Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) 2026 di MAS Serba Bakti Suryalaya sukses dilaksanakan. Perhelatan maraton yang akan berlangsung selama empat hari penuh, dari